
Perjalanan kehidupan tiap orang memang berbeda..
Perjalanan kehidupan teman saya, berbeda dengan sahabat saya, dengan saudara saya, dengan siapapun, dan tidak akan ada yang sama..
Masing-masing punya hambatan, rintangan, dan tantangannya sendiri..
Saya sendiri menganalogikan perjalanan kehidupan saya seperti saya berjalan di satu jalan, kadang saya menemukan jalan saya terjal, kadang berkerikil, kadang lurus mulus dan tidak ada hambatan, suatu waktu saya ketemu tanjakan, dan adakalanya saya harus menuruni suatu turunan..
Suatu saat saya bisa bertemu dengan jalan yang bercabang, tidak hanya bercabang dua, bahkan tiga, yang membuat saya harus benar-benar berpikir jernih dengan akal sehat, jalan yang mana yang harus saya tempuh..
Kadang bisa memutar lagi, tidak hanya sekali, tapi dua kali bahkan tiga kali, yang menandakan sepertinya saya tidak bisa hapal dengan jalan yang sudah saya lalui.. have I learn something..?..so stupid..so tired..
Kadang saya harus mempercepat langkah saya, agar saya cepat sampai tujuan.. tapi sepertinya jalan yang saya lalui begitu terjalnya, sehingga saya sangat kepayahan untuk mengejar ketinggalan saya mencapai tujuan saya..
Saya sudah menggunakan apapun untuk mempercepat perjalanan saya, entah itu pake sepeda, sentah itu pake kendaraan bermotor, atau menumpang orang yang kebetulan lewat. Tetapi selalu ada saja hal-hal yang membuat saya tidak bisa cepat sampai ke tujuan saya.
Sekarang ini saya sedang berada di jalan buntu.. yang saya tidak tahu harus melangkah kemana..?
Saya hanya bisa duduk, membuka qur’an saya, membaca wirid, sholat sebanyak-banyaknya, berharap, yang memiliki jalan saya, segera membukakan jalanNYA..meyinari jalan saya dengan rahmat dan tuntunanNYA.. sehingga saya bisa melihat jalan mana yang harus saya tempuh dan segera melanjutkan perjalanan saya, dan cepat mencapai tujuan saya..
Membangun keluarga yang sakinah, mawadah warohmah.. dengan ridho dan kasih sayangNYA..
+(1).jpg)
2 comments:
Just don't give up... One of these days, Allah akan mencucuri rahmatnya keatas mu, Desy.... insyallah...
Kejujuran itu kekasih Allah.
Keterusterangan merupakan sabun pencuci hati.
Pengalaman itu bukti.
Dan seorang pemandu jalan tak akan membohongi rombongannya.
Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati dan lebih agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah.
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu."
(QS. Al-Baqarah: 152)
Berdzikir kepada Allah adalah surga Allah di bumi-Nya.
Berdzikir kepada Allah merupakan obat serta penyelamat jiwa dari
pelbagai kerisauan, kegundahan, kekesalan dan goncangan. Dan dzikir
merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih kernenangan dan
kebahagian hakiki.
Dan cobalah untuk mengamalkan dzikir kita pada kesetiapan hari kita, niscaya kita akan mendapatkan kesembuhan.
Dengan berdzikir kepada Allah, awan ketakutan, kegalauan,
kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan, dengan berdzikir kepada-Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan mandapatkan solusi terbaik dari-Nya.
amien
S.e
Post a Comment