Mungkin memang saat-saat inilah, disaat musim kemarau, strawberry mulai banyak terlihat..malah sepertinya Bandung sedang kebanjiran strawberry..
Walaupun sebelumnya juga sudah terlihat, tetapi tidak sebanyak sekarang.
Kalau kita ke perempatan Pasteur, banyak penjual strawberry yang mengasongkan strawberrynya pada para pengguna jalan, yang sedang antri karena lampu merah..
Suatu hari saya pun tergoda untuk membelinya, kelihatannya sih strawberrynya bagus-bagus, besar dan merah-merah..
Kebetulan waktu antri lampu merah ada anak kecil nyamperin, nawarin strawberrynya, saya buka jendela mobil, dan nanyain harga per box-nya berapa..
Anak itu bilang “sebelas ribu..” ngomongnya tidak terlalu jelas, karena ternyata bibir anak itu jontor alias bengkak, tidak jelas penyebabnya.. berkelahi? dipukulin? atau lagi sakit gigi..? tetapi terlihat sih menahan sakitnya..
Saya tawar aja “sepuluh ribu ya..” anak itu nggak mau ngasi, tetapi karena akhirnya lampu sudah hijau, dia ngasiin juga strawberry-nya dan saya tukar dengan uang 10.000..
Di mobil sudah saya buka saja tuh strawberry, kayaknya seger, siang-siang, makan strawberry.. yah kecewa juga ternyata strawberrynya di lapisan bawahnya kecil-kecil, dan rasanya aseem banget.. dan ada sebagian yang sudah busuk, tetapi kalau inget anak kecil tadi, rasa kecewa jadi ilang.. kasian juga ya si bibir jontor itu.. setidaknya strawberry boy itu punya ihtiar untuk tidak sekedar menadahkan tangan mengharapkan belas kasihan..atau dengan modal kecrek-kecrek seperti kebanyakan teman-temannya yang lain..
Wednesday, August 13, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
+(1).jpg)
1 comment:
aku tiap hari malah ketemu sama penjaja strawbery di pasteur,cuman sayang karena bukan penggemar strawbery jadi tak pernah sekalipun beli.
tapi memang merhatiin juga yang dijajakan,kayaknya gede seger gitu. jadi emang atasnya aja yang bagus ya? makasih infonya..
Post a Comment